Menjahit selama hamil dan menyusui.

Kalau saya ditanya pas hamil dan sekarang ngemong bayi gimana pengalamannya sama jejahitan?
Slow (pake banget). Pas T1 saya gak mual sih, cuma maleeeeeeeeeeeeesss banget. Jadi jejahitan frekuensinya sangat berkurang sejak saya sadar saya hamil. Pas sebelum sadar mah normal aja ya, jejahitan sepanjang siang kadang sampe malam tergantung kerjaan rumah selesai kapan. 
Kalo pas T1 ini gak mual muntah, gak lemes dan males, nikmatilah, karena perut belum melendung gede ngalangin badan ke meja jahit, jadi puasin aja… Kalo yang mesti bedrest, nikmati juga, artinya lagi disuruh cuti jejahitan sama yang punya badan. :mrgreen:

Pas T2, mulai jejahitan lagi tapi selow, karena pas masuk T2 ini kebetulan saya juga pindahan rumah jadi emang badan capek di beberes rumah sih..
T2 ini masa paling enak deh buat aktif lagi karena biasanya bumil mual muntahnya udah gak ada, perut belum melendung gede banget, kaki blm bengkak kalo kelamaan duduk, jadi enjoy puasin jejahitan. Tapi baiknya gak usah ditargetin, nanti malah tepar lagi, hehe.. 

Pas T3, karena olahraga terus jadi badan saya fit banget. Malah pengen jahit mulu kerjaannya balik serasa gak hamil padahal tiap jahit kaki bengkak kalo kelamaan plus susah jahitnya kehalang perut. Apalagi bikin pola, gunting pola, setrika pola ke kain kan dilantai tuh.. mak, saya posenya gak bisa duduk, tapi lebih mirip kaya pose mau merangkak, biar perutnya gak ketekan. 😅

Berhubung gak ditarget juga, jadinya cuma 2 frame purse kok, cuma trial-error polanya lama jadi prosesnya lama.
Dan setelah melahirkan ini karena menyusui masih full ASI, otomatis waktu yang enggak ada padahal tangan udah gatel banget. Alhasil setelah 2 bulan, barulah dapat waktu buat jahit yaitu malam pas anaknya tidur lelap. Karena kalaupun ada bapaknya jagain siang, tetap aja saya stand by buat nyusuin jadi waktunya kepotong-potong malah gak maksimal.
Overall dari pengalaman saya, buat yang hamil & menyusui, nikmati aja masa-masanya, gak usah pasang target karena nanti malah stres sendiri kalo gak tercapai sementara masa hamil dan nyusuin anak pengalaman yang gak bakal keulang lagi. :mrgreen:
Btw, ini frame purse yang juga saya buat di T3 saya. 🙂

Weaving tips for beginner.

Hallo,

Kali ini saya mau membahas tentang kegemaran saya beberapa bulan terakhir yaitu weaving. Weaving ini sudah cukup populer di luar negeri dan banyak sekali karya-karya yang bertebaran di instagram atau pinterest. Untuk mempelajari weaving bisa mengikuti kelas  yang diadakan oleh peminat craft atau bisa otodidak. Saya beruntung bisa mengikuti salah satu kelas yang diadakan dadakan di Balikpapan oleh mbak Nike dari Livingloving.net .

 

weaving class

weaving class

Tapi buat kamu yang ingin belajar basic weaving mulai dari membuat loom sampai teknik weaving bisa dilihat di youtube. Tutorialnya bisa dilihat di CreativeBug youtube yang terdiri dari 5 bagian, berikut link untuk tutorial bagian pertamanya:

nah, menurut saya, untuk detail teknik yang digunakan ketika weaving akan lebih mudah dipelajari dari youtube Sandy Boccuzzo berikut ini:

Teknik weaving yang utama adalah basic, soumac dan rya. Ketiganya dijelaskan oleh Sandy dengan baik di youtube nya. Hanya dengan 3 teknik ini sudah bisa membuat tenunan yang bagus kok.

Kreasi weaving sendiri banyak sekali macamnya. Saya mencari inspirasi unik weaving dari abeautifulmess website. Disana mereka tidak hanya membahas weaving tapi juga banyak tutorial DIY yang sangat menarik untuk dicoba.

Saya sudah membuat beberapa tenunan untuk dipajang. Iya dipajang saja, belum mencoba yang bisa dijadikan clutch seperti yang dilakukan crafter ternama dalam negeri kealivelaughlove  yang karyanya sudah dipakai selebriti Indonesia atau kreasi dari luar negeri dari willowbrookedesign yang karyanya bisa dua fungsi clutch atau pajangan. Memang pemilihan warna dan teknik itu sangat personal ya. Try, and you’ll figure it out!

Nah, last but not least, berikut adalah karya benang saya. Kalau mau tanya2, sila follow, comment dan mampir disini atau di instagram saya.

First Weaving using beginner weaving loom.

First weave using beginner weaving loom.

Beginner loom-nya saya dapatkan via mbak nike dari project weaving-nya yaitu made by n. Mereka juga menjual loom ini via living loving blog. Namun sistemnya pre-order ya, jadi pesen dulu baru dibuat. Made by n fokus pada loom dan kelas-kelas offline weaving, jadi untuk benang atau wool belum bisa didapatkan dari mereka. Tapi pertanyaan terkait benang mereka infokan juga kok belinya dimana via instagram mereka. 🙂

second weave using beginnner loom.

second weave using beginnner loom.

third weave using beginner loom.

third weave using beginner loom.

first weave using large loom

first weave using large loom

Nah, untuk loom yang besar ini saya dapatkan dari lumiloom. Mereka menyediakan loom yang ready stock serta benang-benang impor. Cukup mampir ke instagram mereka dan email, kamu sudah bisa order.

second weave using large loom.

second weave using large loom.

Pertanyaan yang sering ditanyain adalah, benangnya beli dimana?” 😀

Jujur, saya kebanyakan menggunakan benang lokal yang biasanya saya beli di Pasar atau nitip adek saya di Jogja. Hehe… Kalau mencari benang besar-besar yang cantik namanya benang akrilik atau soft akrilik. Benang ini  kalau kalian di jakarta bisa didapetin di Hobby Craft Plaza Bintaro (contoh benangnya adalah benang kuning di atas dan biru muda sebelah kiri pada gambar second weave  saya). Sejauh ini tekstur yang saya beli disana beda dengan yang saya beli di Pasar Turi Surabaya atau Toko Benang Gaby Jogja. Tapi ketebalannya selintas mirip. Sementar kalau benang lucu-lucu saya beli online di benangrajutq (Surabaya base) atau di poyenghobby (Jogja base). Pengirimannya bisa via Wahana, jadi lebih murah deh.. 😀

Kalau yang kelihatan kaya benang tebal itu sebenarnya bukan benang tapi feltwool. Feltwool ini populer sebagai bahan untuk membuat boneka. Iya kalau feltwool nya ditusuk-tusuk pake jarum khusus lama2 jadi berbentuk dan memadat sehingga bisa dikreasikan jadi boneka. Feltwool di weaving sendiri memberikan efek fluffy dan unik jadi banyak yang berminat menggunakannya. Feltwool  ini bisa kamu beli di thehandcrafter, crayonscraft atau di smartyhands. Nah, di thehandcrafter sama crayonscraft itu sistemnya ready stok, kamu bisa beli kapan aja selama ada stoknya. Saya udah pernah beli di thehandcrafter sih, pelayanannya lumayan cepat, kalau biaya pengiriman gak muncul, tanya aja via message nanti dijawab sama mereka. Kalau di smartyhands sistemnya ready stock dan PO, jadi kamu bisa langsung beli barang yang ready dan bisa mesen juga barang yang gak ada, tinggal email aja buat nanya. 🙂 Saya memakai feltwool Hanamaka yang bisa didapatkan di thehandcrafter dan smartyhands, harganya gak beda jauh kok di dua web tersebut.

Benang akrilik untuk weaving.

Benang akrilik untuk weaving.

Benang akrilik yang berwana hijau dan pink di gambar atas ini saya beli di Pasar Turi Surabaya sedang sisanya dari Hobby Craft Plaza Bintaro. Kalau diperhatikan baik-baik kelihatan tekstur mereka yang berbeda tapi ukuran benangnya mirip. Kalau dari segi kelembutan, benang dari Hobby Craft lebih lembut memang (dan lebih mahal). 😛

Benyu (benang unyu) untuk weaving.

Benyu (benang unyu) untuk weaving.

Sementara benyu – benyu ini saya beli di benangrajutq. semuanya saya pakai di second weave yang pakai large loom difoto di atas ya. Teksturnya beda-beda, itu yang bikin unik. Seperti benang warna magenta dan ungu polos itu adalah benang aklirik, tapi tekstur dan ketebalannya beda dari yang saya dapatkan sebelumnya. sementara  benang hijau di kanan atas adalah jenis Kalavin yang baru pertama ini saya coba, Benangnya kecil dan lembut tapi sangat unik saat dikreasikan. Sisanya masuk dalam kategori mix fancy yarn di benangrajutq. Entahlah benang apa. Semuanya unyu! 😀

Bye fellas…

Happy weaving! 🙂